Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

YESUS TELAH BANGKIT, MATI KITA WARTAKAN DENGAN GEMBIRA.

Photobucket

Mari Berbagi Berkat Tuhan

Photobucket Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan uluran tangan dari para donator. Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan membantu kami dengan menyalurkan bantuan dana ke:
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama :ADYTIA PERMANA P.
Dimohon para penyumbang berkenan memberitahukan transfer melalui:
E mail
parokimbk3lingga@gmail.com
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau SMS ke:
Romo Yoakim Lako O.Carm : 081339221563
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini.... Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK
"APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH VI Rabu 16 Mei 2012

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH VI
Rabu 16 Mei 2012 
(Gemma Galgani, Aloisius Orione, Alipius & Possidius, Simon Stock, Andreas Bobola, Margareta dr Cortona) 
Kis 17:15,22-18:1,Mzm 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd, Yoh 16:12-15 

BACAAN INJIL: 
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." 

RENUNGAN: 
Terkadang kita sulit mengerti akan sabda Tuhan, karena seringkali bertentangan dengan pikiran dan kehendak manusia. Sabda Tuhan juga terkadan bertentangan dengan apa yang dialami manusia. Hal ini seringkali menjadi alasan untuk hidup dalam imannya. Apalagi semakin orang merasa pintar, semakin menganggap bahwa iman itu harus bisa dimengerti. 

Namun kita juga sulit mengerti melihat seorang yang sederhana, tidak bisa membaca tetapi sungguh menghayati imannya. Banyak di antara para kudus yang tidak mendapat pendidikan teologi dan kitab suci, tetapi mereka hidup seturut kehendak Tuhan dan bahkan mereka banyak meninggalkan tulisan yang sungguh menjadi ajaran iman. Mereka bisa berbuat demikain bukan karena kepintaran mereka, tetapi karena Roh Kudus yang berdiam dalam diri mereka sungguh bekerja, menuntun mereka. 

Demikian juga halnya, orang tetap kuat menghadapi persoalannya, tetapi beriman, juga karena Roh Kudus itulah yang bekerja atas mereka. Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus sebenarnya telah dicurahkan dalam hati kita. Hanya memang persoalannya, Roh Kudus itu tidak bekerja dalam diri kita. Bila Roh itu bekerja, Roh itu akan menuntun kita dalam menjalani hidup sebagai murid Yesus, Roh itu pulalah yang akan menghibur dan memberi kekuatan bagi kita dalam menjalani hidup kita sehingga kita tetap setia pada iman kita. Bila kita hidup dalam Roh, hidup kita senantiasa hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, dan kita hidup untuk memuliakan Tuhan. 

Oleh karena itu kita patur bertanya pada diri kita sendiri, “Apakah Roh Kudus yang diam dalam diri kita sudah sungguh bekerja? Apakah kita sungguh sudah hidup dalam Roh Allah?” Bila hidup kita sungguh dalam Roh Allah, hidup kita tentu memuliakan Tuhan. Amin.

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH VI Selasa 15 Mei 2012

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH VI 
Selasa 15 Mei 2012
 (Pakomius, Maria Dominika Mazzarello) 
Kis 16:22-34, Mzm 138:1-2a,2bc-3,7c-8, Yoh 16:5-11 

BACAAN INJIL: 
Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. 

RENUNGAN: 
Memang sungguh merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan bila kita ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi, yang mengasihi kita dan yang kita harapkan menjadi pegangan hidup kita. Kehilangan orang yang demikian, bisa membuat kita serasa kehilangan gairah hidup. Makanya tidak jarang seorang istri begitu sedih karena ditinggal mati suaminya dan isteri itupun tidak lama kemudian menyusul meninggal. 

Yesus mengetahui kesedihan para murid ketika Dia mengatakan bahwa Dia akan pergi meninggalkan para murid. Oleh sebab itu Yesus menegaskan bahwa Dia tidak akan meninggalkan para murid, Yesus akan tetap menyertai para murid yakni dengan mengutus Roh Kudus untuk mendampingi dan menjadi penolong bagi para murid. Walaupun Yesus akan kembali ke surga, tetapi kasih-Nya kepada manusia tetap tinggal, tidak dicabut. Roh Kudus akan diutus untuk menyertai para murid dan manusia. Kasih Allah sepanjang masa, tidak mengenal waktu dan tidak akan berkesudahan. Kasih Allah dan Allah sendiri senantiasa hadir dalam kita hingga sekarang dan sampai kapanpun yakni lewat kehadiran Roh penghibur. Roh itu telah dicurahkan ke dalam diri kita masing-masing. Oleh sebab itu, kita tidak usah gelisah, takut dan gentar menjalani hidup, karena Roh Allah selalu beserta kita, siap untuk memberi penghiburan dan memberi pertolongan kepada kita. 

Namun persoalannya adalah Roh yang sudah diberikan kepada kita tidak bekerja. Roh itu seakan terpenjara dalam hidup kita. Roh Kudus yang telah dicurahkan ke dalam hati kita masing-masing lewat baptisan tentu bukan karena diam tidak berbuat apa-apa, tetapi karena kita tidak bekerja sama dengan Roh Allah atau tidak percaya pada Roh Allah yang ada dalam diri kita. Roh Kudus itu seakan terpenjara oleh kedangkalan iman kita, terpenjara oleh keegoisan kita yang hanya mementingkan diri sendiri, yang hanya mengandalkan kekuatan diri dan kehebatan dunia. Roh Kudus itu adalah Roh Allah sendiri, namun bagaimanapun membutuhkan kerjasama kita dengan Roh Allah. 

Maka kita perlu membina iman kita kepada Allah, memberi kesempatan kepada Roh Allah dalam diri kita untuk bekerja bagi kita. Kerapkali Roh Allah itu tampak bekerja ketika kita tidak punya kekuatan apa-apa, namun tetap kita kurang menyadari bahwa semua adalah karena Roh Allah bekerja dalam diri kita. Jalan untuk membiarkan Roh Allah bekerja dalam diri Allah, adalah iman dan kerendahan hati di hadapan Tuhan serta sikap pasrah pada kehendak Tuhan. Orang yang rendah hati, dalam dirinya Roh Allah akan selalu bekerja dan berbuat melebihi kemampuan manusiawi kita. Maka mari kita mohon dari Tuhan, agar kita dimampukan bekerjasama dengan Roh Allah yang berdiam dalam diri kita. Mari kita mohon, agar Roh Kudus menghibur dan memberi kekuatan bagi kita. Amin.

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH VI Senin 14 Mei 2012

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH VI
Senin 14 Mei 2012
(Pesta St. Matias, Rasul ) 
Kis 1:15-17,20-26, Mzm 113:1-2,3-4,5-6,7-8, Yoh 15:9-17 

BACAAN INJIL: 
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. 
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain 

RENUNGAN: 

Mendengar atau membaca injil hari ini, mungkin kita sedikit heran karena injil hari ini sudah diperdengarkan kepada kita pada hari minggu kemarin. Mungkin bertanya, “Mengapa injil ini diperdengarkan kembali kepada kita? Memang injil tentang kasih Allah dan ajakan untuk hidup saling mengasihi diperdengarkan kepada kita beberapa hari ini. Kiranya dengan pengulangan ini, jelas kepada kita mau dikatakan bahwa kasih itu begitu penting dan mendesak bagi hidup kristiani. Apalagi hidup saling mengasihi pada masa sekarang ini sangat mendesak untuk diamalkan. Inilah tugas panggilan kita para pengikuti Yesus. Berbicara tentang kasih itu, sungguh mudah, tetapi sulit mengamalkannya. 

Banyak lagu, tulisan, ceramah yang berkobar-kobar tentang kasih. Semuanya mengatakan bahwa betapa indahnya hidup bila saling mengasihi. Namun kenyataan yang kita hadapi, melakukan perbuatan kasih tidak semudah mengatakannya. Hidup orang yang melakukan perbuatan kasih juga kadang kala tidak seindah uraian tentang buah kasih, sebab seringkali orang yang melakukan perbuatan kasih, justru mengalami tantangan dan penderitaan. Kiranya saat ini sangat mendesak pewartaan dan hidup tentang kasih. Sebab kita ketahui sendiri apa yang terjadi dalam kehidupan kita. 

Saat ini sering kita saksian kejadian yang justru sangat bertetangan dengan cinta kasih. Sekarang ini manusia hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya, tidak peduli dengan orang lain. Bahkan kecintaan mereka pada diri sendiri atau kelompoknya sungguh begitu besar sampai mereka dengan sadar mengorbankan orang lain. Tentu kasih yang demikian, bukanlah kasih kristiani. Sebab dengan jelas Yesus mengatakan bahwa kasih itu membahagiakan orang lain, bukan menyengsarakan orang lain. Seorang pelaku kasih harus rela berkorban demi orang lain. 

Kasih yang relah berkorban ini kiranya sulit kita temukan dalam kehidupan sekarang ini. Justru yang terjadi sebaliknya adalah perbuatan hidup yang mengorbankan orang lain. Dalam hal ini, tidak sedikit umat kristiani yang berkobar-kobar berbicara tentang kasih Allah kepada manuisa, tetapi mereka hanya pada tingkat kata-kata, tidak sampai pada perbuatan nyata. Banyak orang yang begitu ahli dalam berbicata tentang kasih, tetapi bodoh dan miskin dalam perbuatan kasih. 

Dari sebab itulah, Yesus menegaskan bahwa kasih adalah bagian penting dalam hidup kristiani yang percaya kepada Dia. Pentingnya perbuatan kasih itu, maka Yesus mengatakan bahwa dengan berbuat kasih, kita sudah memenuhi perintah Tuhan agar kita hidup saling mengasihi. Dengan perbuatan kasih itu, nyatalah kita anak-anak Allah yang mahakasih. Dengan berbuat kasih, maka sukacita kita menjadi penuh. Sehingga berbuat kasih adalah identitas penting para pengikut Yesus. 

Dasar kita hidup dalam perbuatan kasih adalah karena Allah sendiri sudah mengasihi kita. Kita harus sadar bahwa menjadi suatu keharusan bagi kita untuk berbuat kasih, karena kita telah dikasihi oleh Allah dan kasih-Nya itu adalah anugerah cuma-cuma dari Tuhan. 

Oleh sebab itu, sudah seharusnya kitapun mengasihi sesama dengan tulus hati. Oleh sebab itu, kita patut merenungkan diri, “Sejauh mana kita sebagai murid Yesus sudah berbuat kasih kepada sesama kita?” Ingatlah bahwa kasih menuntut suatu pengorbanan demi kebahagiaan sesama, bukan mengorbankan sesama demi kepentingan diri sendiri atau kelompok. Mewartakan kasih dan melakukan perbuatan kasih pada masa kita sangatlah mendesak, maka Yesus mengutus kita untuk mewartakan kasih Allah lewat hidup kita yang melakukan perbuatan kasih kepada sesama. Amin.

RENUNGAN Hari Minggu PASKAH VI 13 Mei 2012

RENUNGAN Hari Minggu PASKAH VI 
13 Mei 2012 
Kis 10:25-26,34-35,44-48, Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4, 1Yoh 4:7-10, Yoh 15:9-17 

 BACAAN INJIL: Yoh 15:9-17

 “Tiada cinta kasih yang lebih besar daripada cintakasih orang yang mengorbankan hidupnya bagi sahabat-sahabatnya.” 

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada para murid-Nya, "Sebagaimana Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. S emuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." 

RENUNGAN: 

Alkisah ada seorang keluarga janda miskin yang memiliki seorang puteri kecil nan canti. Anak itu selalu ceria, tetapi dia kurang menyukai ibunya. Sekali waktu anak itu pulang sekolah dengan wajah cemberut dan tanpa sebab marah-marah kepada ibunya. Dia menumpahkan ketidaksenangannya selama ini kepada ibunya dengan tidak mau ketemu ibunya. Sepulang dari sekolah dia masuk kamar dan mengurung diri di kamar, teguran ibunya tidak dihiraukannya dan bahkan seakan dia tidak mau melihat wajah ibunya. Janda miskin itu heran akan perubahan sikap puterinya itu. Janda miskin itu masuk ke kamar anaknya yang berbaring telungkup di tempat tidurnya. Ketika janda itu menyapanya, anak itu malah membelakangi dirinya. 

Dengan penuh kesabaran janda miskin itu menanyakan mengapa dia berubah drastis demikian. Karena janda miskin itu bertanya terus, anak itu dengan nada tinggi mengatakan bahwa dia sudah tidak tahan lagi mendengar ejekan teman-temannya yang mengatakan bahwa dia adalah anak setan. Teman-temannya mengatakan demikian karena wajah ibunya dan tubuh ibunya penuh dengan bekas luka bakar, sehingga ngeri untuk melihatnya. Anak itupun mengatakan bahwa dia malu mempunyai ibu seperti dia. Ibu itu sedih mendengarkan penuturan anaknya itu. 

Dengan suara pelan, janda miskin itu akhirnya menceritakan bagaimana dia mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Janda miskin itu menceritakan peristiwa kebakaran rumah mereka saat gadis kecil itu masih bayi. Saat itu, di masih berada di kamar, api membara dan tidak ada orang yang berani masuk untuk menyelamatkannya. Waktu itu, dia tanpa pikir panjang masuk menerobos api tuk menyalamatkan puterinya, yakni gadis kecil itu. Anaknya selamat dan berhasil di bawa ke luar dari kobaran api, tanpa terbakar sedikitpun sedang sekujur tubuhnya penuh dengan luka bakar. Janda miskin itu menceritakan bahwa itulah sebabnya tubuhnya penuh dengan bekas luka bakar. 

Setelah mendengar cerita itu, puterinya tiba-tiba berbalik, memeluk ibunya dengan erat dan tanpa sungkan dia menciumi wajah ibunya, wajah yang selama ini membuat dia merasa jijik dan malu karena penuh dengan bekas luka bakar. Sejak saat itu pula, gadis kecil itu tidak pernah malu akan kemiskinan mereka dan kondisi ibunya, malah dengan semakin mencintai ibunya, bangga akan ibunya, tidak malu akan ibunya. Hal itu terjadi setelah dia tahu bahwa betapa besar cinta yang dia peroleh dari ibunya sampai-sampai ibunya berkorban hanya untuk dia. 

Kesadaran dan pengalaman beroleh kasih yang luar biasa besar, bisa mengubah seseorang untuk hidup dalam kasih kepada orang lain. Orang yang tidak mengalami bahwa dirinya dikasihi, diapun akan sangat sulit untuk mau mengasihi orang lain. Banyak diantara kita tidak menyadari bahwa hidupnya dikasihi, karena itu pula sulit untuk mengasihi sesama. Namun hari ini Yesus mengatakan bahwa Dia mengasihi kita sama seperti Allah mengasihi Dia. Yesus tinggal dalam kasih Allah Bapa, sehingga kasih itu pula hendak dibagikan-Nya kepada manusia dengan mengasihi manusia. Kasih-Nya kepada kita manusia bukan hanya dalam kata-kata belaka, tetapi dalam suatu tindakan nyata, yakni mau menjadikan kita sebagai sahabat-sahabat-Nya dan dia menjadi sahabat kita. Yesus sebagai sahabat kita manusia, sungguh mengasihi kita sehingga Dia mengorbankan diri-Nya demi kita sahabat-sahabat-Nya. Cinta seorang sahabat harus terbukti dalam kerelaan berkorban demi kebahagiaan sahabat. Itulah cinta kasih yang sejati. 

Cinta kasih Yesus kepada kita membuahkan sukacita besar kepada kita manusia. Sungguh luar biasa kasih Yesus kepada kita. Kasih ini seringkali tidak kita sadari. Banyak orang merasa dirinya tidak mempunyai pengalaman dicintai, karena itu pula dia merasa hidupnya tidak berarti apa-apa, dan karena itu pula dia sulit mengasihi orang lain. Namun hari ini, yakinlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak dikasihi oleh Yesus. Kesadaran ini hendaknya menjadi peneguhan bagi kita, bahwa hidup setiap orang begitu berharga di mata Tuhan, sehingga Tuhan menjadikan kita sehabat-sahabat-Nya dan Dia mau mengorbankan diri-Nya bagi kita manusia. Dengan demikian baiklah kita juga berani menyadari bahwa hidup kita itu sungguh berharga sehingga kita memeliharanya dengan sebaik-baiknya. 

Dalam Injil hari ini, Yesus juga agar tinggal dalam kasih Tuhan berarti kita juga hidup dalam lingkaran kasih Tuhan. Seseorang tinggal dalam kasih Tuhan juga berarti mengikuti perintah Tuhan. Perintah Tuhan sungguh jelas, yakni mengasihi seorang akan yang lain. Orang yang tinggal dalam kasih Allah, dia menyadari bahwa dirinya telah dikasihi Allah, dan diapun akan mau mengikuti perintah Tuhan yakani mengasihi sesama. Namun perlu kita ingat, kasih kepada sesama haruslah kasih seorang sahabat yang rela berkorban demi sahabat-sahabat-Nya. Cinta kasih harus dibuktikan dengan kerelaan berkorban. 

Begitu banyak orang mendambakan kasih dan betapa banyak orang yang begitu mudah mengatakan bahwa dirinya mengasihi sesama atau melakukan perbuatan kasih. Kita bisa temukan orang yang mengatakan dirinya mengasihi sesama, tetapi tidak mau berkorban bagi sesama. Atau betapa sering kita melihat orang yang melakukan perbuatan baik kepada sesama, tetapi ternyata bukan karena mereka menganggap sesama sebagai sahabat-sahabatnya dan melakukan semua itu bukan dengan pengorbanan, namun hanya sebagai penampilan saja. Tentu bukan kasih yang demikian yang diharapkan oleh Tuhan Yesus dari kita. Yesus mengajak kita agar kita juga harus mau mengasihi sesama, membagikan kasih-Nya kepada sesama karena kita sudah menerima kasih dari Dia. 

Mengasihi sesama, pertama-tama menyadari dan bersyukur atas kasih Tuhan yang sudah kita terima, dari kesadaran itu kitapun hendak membagikannya kepada sesama. Mengasihi sesama berarti melihat sesama adalah sahabat dan menempatkan diri sebagai sehabat bagi sesama kita. Cinta kasih sejati, adalah cinta kasih yang rela berkorban kepada sesama, bukan kasih yang hanya dengan kata-kata. Sehingga dalam mengasihi sesama, kita membagikan kasih itu semata-mata, sehingga kitapun harus rela berkorban demi sesama. Kasih yang kita lakukan hendaknya murni karena ingin membagikan kasih Allah, bukan memperalat perbuatan kasih itu. Bisa saja kita melakukan perbuatna baik kepada sesama, tetapi bukan dilandasi oleh kasih. 

Banyak orang melakukan perbuatan baik kepada orang lain, demi mendapatkan keuntungan bagi dirinya, demi mendapat pujian. Dalam hal ini, Petrus memberi contoh bahwa dalam perbuatan kasih harus tetap ada kerendahan hati, ketulusan hati mewartakan kasih Tuhan, bukan mewartakan kasih kita. Petrus dengan tegas mengatakan bahwa dia adalah manusia biasa, ketika ornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. Sungguh orang yang hidup dalam kasih, hidup dalam kerendahan hati, hidup semata-mata untuk membagikan kasih Allah, membawa orang agar juga mengalami kasih Allah serta pada akhirnya membawa sesama kepada iman akan Allah. 

Oleh sebab itu, hari ini mari kita sadari bahwa Allah sungguh mengasihi kita. Mari kita tinggal dalam kasih Allah dan kitapun hendaknya hidup saling mengasihi satu sama lain. Kasih yang sejati menuntut kerelaan berkorban. Amin.

Berbagi Informasi: Al-Qaeda berencana rekrut orang Katolik Irlandia

Al-Qaeda berencana rekrut orang Katolik Irlandia 


Seorang staf Al-Qaeda Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa umat Katolik adalah “lahan subur” untuk dijadikan anggota mereka, terutama setelah adanya kemarahan besar terhadap Vatikan dalam kasus skandal dan berbagai kebijakannya yang tidak diterima oleh publik. 

Juru bicara Al-Qaeda AS Adam Gadahn menulis kepada Osama bin Laden pada Januari 2011 dan menyampaikan alasan merekrut orang Katolik, khususnya Irlandia. 

Menurut dokumen rahasia yang ditemukan, dia mendesak bin Laden untuk menggunakan kemarahan publik atas penanganan skandal yang salah oleh Gereja untuk mendorong orang Irlandia untuk masuk Islam. 

Surat itu terdapat dalam dokumen-dokumen yang diduga ditemukan di tempat persembunyian bin Laden di Abbottabad, Pakistan setelah ia dibunuh oleh pasukan elite AS, Mei tahun lalu. 

Pusat Pemberantasan Terorisme, sebuah pusat penelitian yang didanai pihak swasta di US Military Academy, West Point, memuat sejumlah dokumen yang diklaim sebagai milik bin Laden di situsnya kemarin. 

Dokumen-dokumen itu diambil selama penyerangan di rumahnya tahun lalu. Surat dari Gadahn terutama menyoroti strategi untuk mendekati Irlandia, dengan catatan bahwa Irlandia bukan negara yang turut serta dalam perang yang dicetus (mantan) presiden Bush ke Afghanistan. Dokumen itu menyebutkan kemarahan meningkat di Irlandia terhadap Gereja Katolik setelah pengungkapan sejumlah skandal seks dan lain-lain, serta berbicara tentang kelaparan anak muda akibat krisis ekonomi di Irlandia. 

Gadahn menulis bahwa orang Irlandia yang paling religius dari orang Eropa yang atheis, beralih ke sekularisme. “Mengapa kita tidak menghadapkan mereka pada Islam?” tanyanya. 

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

BACAAN Hari Minggu PASKAH VI 13 Mei 2012

BACAAN Hari Minggu PASKAH VI 
13 Mei 2012 
 Kis 10:25-26,34-35,44-48, Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4, 1Yoh 4:7-10, Yoh 15:9-17 

BACAAN I: Kis 10:25-26,34-35,44-48 
“Rahmat Roh Kudus dicurahkan juga kepada bangsa-bangsa lain.” Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus. Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja." Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka. 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4, 

Ulangan: Tuhan memaklumkan penyelamatan-Nya di hadapan segala bangsa. 

Ayat: 
 1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya agung. Tangan-Nya mengerjakan keselamatan, dan lengan-Nya merebut kemenangan. 

2. Tuhan telah memaklumkan penyelamatan-Nya, dan menyatakan keadilan-Nya di hadapan segala bangsa. Tuhan mengingat kasih dan kesetiaan-Nya terhadap umat Israel. 

3. Segala penjuru bumi telah menyaksikan penyelamatan oleh Allah kita. Bersoraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bersorak gembira dan bernyanyilah. 

BACAAN II: 1Yoh 4:7-10 

“Allah adalah cinta kasih.” 

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 

BACAAN INJIL: Yoh 15:9-17 

“Tiada cinta kasih yang lebih besar daripada cintakasih orang yang mengorbankan hidupnya bagi sahabat-sahabatnya.” 

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada para murid-Nya, "Sebagaimana Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH V Sabtu 12 Mei 2012

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH V 
Sabtu 12 Mei 2012 
(Nereus & Akhilleus, Pankrasius, William Tirri, Leopoldus Mandic) 
Kis 16:1-10, Mzm 100:1-2,3,5, Yoh 15:18-21 

BACAAN INJIL: 
"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku. 

RENUNGAN: 
Tidak ada orang yang senang dan berharap agar dibenti oleh orang lain. Tetapi kebencian bisa terjadi dalam hidup. Seseorang bisa saja dibenci karena kejahatan hidupnya, bisa dibenci karena keburukan orang atau rasa cemburu. Orang juga bisa menderita karena ulah kejahatan orang lain. 

Orang beriman juga bisa dan pasti menghadapi kebencian dari orang lain. Yesus sendiri sudah mengatakan hal ini kepada para murid-Nya. Yesus tahu bahwa para murid akan dibenci oleh orang-orang yang tidak menyukai mereka. Yesus mengatakan demikian karena Dia sendiri sudah mengalaminya. Yesus dibenci dan bahkan menderita, mati di salib bukan karena kejahatan Yesus, tetapi jelas karena Yesus mewartakan kerajaan Allah, mewartakan pertobatan. 

Para pengikuti Yesus juga pasti akan mengalami hal demikian bila setia mengikuti Yesus. Oleh sebab itu sejak awal Yesus mengatakan agar para murid tidak kaget bila mengalami hal demikian. Untuk itu pula Yesus mengatakan bahwa hal demikian pasti akan terjadi karena para pengikuti-Nya bukan lagi berasal dari dunia ini. Artinya kita bukan lagi milik dunia, tetapi sudah menjadi milik Allah. Apa yang dikatakan oleh Yesus memang terjadi dalam kehidupan kita hingga sekarang ini. Hingga sekarang banyak tantangan, tekanan yang dialami oleh umat kristiani. Bahkan tidak jarang terjadi ada orang yang yang ingin meleyapkan hidup orang kristiani. Hal ini kerapkali membuat kita enggan untuk hidup dalam iman. 

Oleh sebab itu, sabda Yesus hari ini hendak menguatkan kita, agar kita tidak usah kaget bila menghadapi tantangan dan tekanan karena iman akan Dia. Kita hendaknya tetap teguh, karena kita adalah milik Tuhan. Dengan keyakinan bahwa kita adalah milik Tuhan, kita percaya bahwa hidup yang tetap setia pada-Nya akan beroleh hidup kekal dan Tuhanpun akan senantiasa berpihak pada kita. Semoga kita tetapi setia dalam iman akan Yesus, kapanpun dan di manapun. Amin.

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH V Jumat 11 Mei 2012 (Ignasius dr Laconi )

RENUNGAN HARIAN PEKAN PASKAH V 
Jumat 11 Mei 2012 (Ignasius dr Laconi )
 Kis 15:22-31, Mzm 57:8-9,10-12, Yoh 15:12-17 

BACAAN INJIL: 
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." 

RENUNGAN: 
Panggilan hidup kristiani adalah kasih. Setiap murid Kristus dipanggil untuk menjadi pelaku kasih dengan mengasihi sesama dan saling mengasihi satu sama lain. Hidup dalam kasih menjadi suatu kewajiban bagi semua murid Kristus, tanpa terkecuali. Kita mengasihi sesama bukan terutama supaya kita dikasihi oleh sesama, tetapi karena kita sudah terlebih dahulu mendapat kasih yang sangat besar dari Tuhan. Sebab Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita sebelum kita mengasihi Dia, bahkan Yesus menjadikan kita sahabat-sahabat-Nya. Lebih dari itu, Yesus sebagai sahabat sejati, Dia relah memberikan nyawa-Nya bagi kita. 

Sungguh luar biasa kasih yang kita terima dari Tuhan. Inilah yang menjadi dasar kita mengasihi sesama. Kasih Allah yang kita terima adalah anugerah terbesar yang kita terima dari Allah. Sebab siapakah sebenarnya kita ini sehingga Tuhan begitu mengasihi kita? Kita hanya manusia biasa, bahkan manusia yang tidak setia, tetapi walau demikian Allah mengasihi kita. Sehingga mengasihi sesama adalah suatu keharusan bagi kita. 

Apakah kita sebagai sahabat-sahabat Yesus yang sudah mendapatkan kasih Tuhan, sudah hidup sebagai sahabat-sahabat-Nya yakni hidup seturut perintah-Nya? Perintah Yesus sungguh jelas yakni hidup saling mengasihi satu sama lain. Mungkin kita mengatakan bahwa kita sudah hidup saling mengasihi satu sama lain. Namun kiranya patut kita renungkan bahwa kasih kita seringkali sesuai dengan kehendak kita, atau kita mengasihi orang lain karena orang itu mengasihi kita. Atau kita mengasihi orang-orang yang mengasihi kita. Atau kita mengasihi sesama hanya dalam kata-kata saja. Yesus sendiri mengatakan kasih yang sejati adalah memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya. Yesus sendiri sudah membuktikan hal ini. 

Jadi dalam mengasihi, hal pertama yang kita lakukan adalah kita harus melihat bahwa orang lain adalah sahabat-sahabat kita yang berharga bagi kita, jadi kita mengasihi sesama bukan karena menganggap mereka lemah, ada dibawah kita. Sesudah itu dalam mengasihi sesama kita harus rela berkorban demi kasih kepada sesama. Nah, kita patut renungkan dalam hati, “Apakah kasih kita sudah mengandung kerelaan berkorban demi sesama?” Semoga hari ini kita menyadari anugerah kasih Allah yang sudah kita terima. Dengan kesadaran dan keyakinan ini, kitapun berani hidup dalam kasih dan mengasihi satu sama lain. Ini adalah perintah Yesus kepada semua yang percaya kepada-Nya. Kasih sejati harus mengandung kerelaan berkorban demi sesama. Amin.